9 Teknik Marketing yang Sia-Sia. (seri 1)

Teknik Marketing yang Sia-Sia

1. Jangan Membeli Followers Instagram

Tawaran menambah jumlah followers secara instan memang sangat menggiurkan, cukup dengan 50rb kamu bisa dapetin 300 follower, atau dengan dana 1juta kamu juga bisa dapetin 10rb folowers, terkesan keren memang.

Bahkan tak jarang para pelaku bisnis startup pun mengunakan jasa jual beli Followers ini. Yang tidak kamu ketahui, banyak diantara followers Instagram itu adalah akun-akun palsu atau akun-akun yang sudah non aktif.

Padahal Instagram secara rutin menghapus akun-akun yang mati dan ditengarai sebagai akun palsu. Jadi bersiaplah untuk kehilangan follower dalam waktu yang singkat, ssstt kabarnya ada sejumlah selegram yang kehilangan followers hinga 200rb followers lho. SEREM kan?

Lebih baik tingkatkan jumlah followers dengan cara-cara organik. Buatlah tulisan atau caption yang mampu melakukan interaksi dengan pengguna-pengguna yang berpotensi akhir kepada pembelian. maksimalkan penggunaan hashtag, manfaatkan stories, unggah konten-konten secara teratur dan seterusnya.

Dengan cara organik ini, kalian akan mendapatkan followers yang sesuai dengan karakter konsumen kalian. Dan tentu saja sesuai target pasarmu.

Buat kamu yang tertarik jadi Dropshipper produk-produk dari Batam Klik disini ya

2. Direct Message Otomatis (Spammer sok Intelek)

Kecepatan dan Kecanggihan teknologi seringkali membuat orang-orang menggunakan langkah-langkah praktis. Melupakan kesempatan untuk membangun relasi, padahal hubungan antara produsen dan konsumen yang lebih personal mampu meningkatkan kemesraan (haiyah..).

Bagi penggunan sosMed tentu paham istilah DM. Penggunaan Direct Message (DM) yang otomatis demi menawarkan produk/jasa pada calon konsumen baru ternyata justru mampu meruntuhkan kenyamanan.

Kesempatan melakukan relasi justru hilang. Hal ini tentunya terjadi akibat dari tidak adanya rasa percaya. Padahal teknik marketing harusnya mampu menumbuhkan rasa percaya dari konsumen.

Tidak adanya hubungan dan rasa kepercayaan tentunya memperkecil terjadinya konversi.

Ssssttt.. bahkan Sebagian besar konsumen justru merasa terganggu dengan Direct Message otomatis seperti ini. BAHAYA..!!!!

3. Promosi Penuh Janji Palsu

Ingat Dropshipper bukanlah Politikus, tak perlulah janji-janji manis yang berlebihan

Promosi bombastis yang dipenuhi janji-janji memang sangat efektif dalam menarik perhatian. Tetapi jika kamu tidak mempersiapkannya dengan baik, promosi seperti ini justru menjadi bumerang.

Misalnya saja kamu sebagai dropshipper menjanjikan bonus pemberian produk untuk setiap pembelian produk tertentu. Namun kamu mengabaikan jumlah/stock bonus produk itu. Yang kemdian habis ketika promosi masih berlangsung.

Atau menjanjikan kualitas produk yang lebih baik daripada pesaing. Kenyataannya kualitas produkmu justru biasa-biasa saja, bahkan lebih rendah daripada pesaing.
Kondisi-kondisi itu dijamin membuat konsumen kecewa, bahkan kehilangan kepercayaan.

Keadaan justru semakin parah ketika konsumen mengeluh melalui media sosial atau bahkan membuat review buruk di blog mereka.

Akibatnya calon-calon konsumen lain akan mundur teratur. Mereka akan berpikir ulang untuk menggunakan produk dan jasa yang kamu tawarkan. Iiiihhh… serem

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Kategori Produk