WhatsApp Janjikan $50.000 bagi para peneliti Hoax

Kiat Mengenali Berita Palsu yang Bertebaran di Media Sosial

jetemarket.com Penyebaran Hoax makin sulit dibendung. Sehingga raksasa chatting inipun buka suara. Bahkan WhatsApp telah menjanjikan hadiah sebesar $50.000 bagi para peneliti tentang hoax, atau sekitar 700juta. Duit sebesar itu tentunya lumrah dikeluarkan oleh WhastApp ataupun aplikasi chatting dan situs jejaring sosial lainnya.

Ya, salahsatu penyebabnya tentulah berita tentang Puluhan Orang India yang Tewas karena menjadi Korban Hoax. Kabar bohong yang terjadi di India adalah hoax soal penculikan, pencurian dan pelecehan seksual.

Media lokal di India melaporkan lebih dari 20 orang tewas di India dalam dua bulan terakhir, akibat berita hoaks yang menyebar lewat whatsapp.

Serangan itu biasanya menargetkan orang luar. Insiden itu kemudian mendapatkan perhatian dari pemerintah India yang menganggap bahwa WhatsApp tidak bertanggung jawab, terhadap insiden itu.

Bahkan pernyataan keras telah dikeluarkan oleh Kementerian Elektronik dan Teknologi Informasi di India pada 2 Juli 2018 lalu. Sebuah “Protes Keras” kepada WhatsApp atas “pesan-pesan tidak bertanggung jawab yang bersebaran dan memicu kekacauan.”

Pada tanggal 4 Juli 2018 WhatsApp akhirnya merespon dan mengatakan tengah bekerja sama dengan peneliti India untuk memahami lebih jelas masalah yang terjadi dan menyiapkan dua pilihan untuk menangani penyebaran berita palsu di India.

  1. WhatsApp memberikan kontrol dan akses informasi kepada para pengguna.
  2. WahtsApp bersedia bekerja secara proaktif dengan pemerintah dan komponen masyarakat, untuk mencegah terjadinya penyebaran berita bohong.

Dan kini, WhatsApp menyatakan siap untuk memberikan dana ratusan juta demi mencegah terjadinya penyebaran hoaks di platform komunikasi ini.

Duit ratusan juta rupiah itu bisa digunakan oleh para peneliti yang tertarik mempelajari sebab-akibat terjadinya hoaks. Tentunya para peniliti di dorong untuk melahirkan sebuah metode/cara pencegahan agar hoaks tidak memakan korban.

Bahkan Facebook yang telah mengakuisisi WhatsApp, telah melakukan serangkaian tindakan untuk mengurangi berita-berita palsu yang tersebar lewat FB.

Facebook bahkan sudah bekerja sama dengan media massa terverifikasi di setiap negara dan meluncurkan fitur “Fact Checker”. Fitur ini digunakan untuk melakukan validasi keaslian data dan fakta yang tersebar luas di internet.

Semoga saja, WhatsApp maupun Facebook secepat mungkin menambahkan fitur penanda berita hoaks. Minimal agar para pengguna WA maupun FB bisa mengetahui bahwa sebuah artikel yang di sebar adalah hoaks/tidak.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Kategori Produk